Selasa, 02 November 2010

Kontes Bagi Para Bakat

Beberapa waktu ini, sering kita lihat beberapa acara TV yang menayangkan acara yang menonjolkan bakat-bakat para peserta yang lulus audisi. Para masyarakat pun sangat antusias untuk mendukung mereka.

Seperti tidak mau ketinggalan dengan manusia, di hamparan hutan Mapua, juga mulai diadakan kontes yang sama. Bedanya, kali ini adalah kontes khusus bakat binatang.
Wunie

Seperti apa acara ini? kami mendapat kesempatan mewawancarai langsung Manager dari acara ini. Dia bernama Wunie, seekor konglomerat yang merindukan adanya revolusi hewan. Saat kami tanya tujuannya dalam menyelenggarakan acara ini, ia hanya menjawab, "Bagi saya, hewan itu sudah tidak boleh seperti dulu lagi. Mereka harus mampu menunjukkan kemampuan mereka kepada dunia." Wunie berpendapat bahwa, setiap hewan pun memiliki talenta masing-masing. Hal itulah yang harus dikembangkan sebagai hewan yang menghargai hidup. "Saya harap, acara ini dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan.

Sementara itu, kami mewawancarai beberapa kontestan peserta audisi yang dengan setia menunggu antrian sampai nomor urut mereka dipanggil. Berikut wawancara kami.

Trio Quek2
Salah satu peserta yang kami wawancarai adalah sekelompok penyanyi acapela. Mereka menyebut diri mereka Trio Quek2.  Mereka mengaku datang jauh-jauh dari desa di X-Mantan untuk mengikuti audisi. Mereka berharap dapat lolos audisi dan ikut ke babak selanjutnya. Mereka yang enggan menyebutkan secara spesifik nama mereka, mengatakan bahwa mereka memiliki pengalaman yang cukup banyak, mulai dari menyanyi di pinggir jalan, di sungah, di danau, bahkan di selokan sekalipun. Oleh sebab itu mereka yakin bisa lolos.


Jordan
 Peserta lain yang juga tidak kalah kerennya adalah seekor penyanyi seriosa yang datang dari Midan. Namanya adalah Jordan. Walaupun dia adalah jantan, tapi suaranya mampu mencapai 6,5 oktaf. Luar biasa memang. Ketika ditanya pengalamannya, ia mengaku bahwa dia belum memiliki pengalaman di panggung, dia hanya merupakan seorang Office Boy di kantornya. Tapi ia menggunakan waktu luangnya sebagai Office Boy untuk menyanyi. "Awalnya sih hobi pak, tapi saya sudah mulai menekuni dunia vokal. Setiap saya diskors, pasti saya menyanyi. Saya yakin pasti saya bisa lolos." kata kucing yang juga mampu menari hip-hop ini. Karena datang dari tempat yang cukup jauh, Jordann mendapat motivasi besar untuk lolos audisi ini. Kita lihat kemampuannya saat audisi nanti.



Rian
Peserta terakhir yang kami wawancarai adalah seekor pemain musik. Namanya adalah Rian. Rian mempu memainkan semua alat musik yang berhubungan dengan senar. Tapi alat musik yang paling digemari olehnya adalah gitar, okulele, dan bass. Rian merupakan seekor monyet yang tinggal di kawasan Swaka Marga Satwa di X-Mantan. Dia kabur karena tidak tahan terkurung hidup di sana. Mulai sejak itu, Rian mendalami musik. Awalnya dia mencuri gitar di sebuah toko musik, tapi karena bakatnya, Rian bisa mendapat uang sekarang dan sudah membayar toko musik atas gitar yang pernah dicurinya. Dan sekarang, Rian yang gemar teriak-teriak ini, sudah siap untuk mengikuti audisi.


Ayo, jangan lupa memberikan dukungan kepada para kontestan supaya mereka dapat lolos audisi.

-JFL-

Kamis, 28 Oktober 2010

Pendapat Para Pakar Flora dan Fauna

Dunia sedang dilanda berbagai macam hal buruk. Banyak sekali aktivitas yang merusak kelestarian alam. Sebagai gantinya terjadilah berbagai macam bencana. Banjir, gempa bumi, Tsunami, bahkan gunung meletus.

Mereka seakan-akan marah akan perlakuan manusia selama ini. Mungkin selama ini kita merasa biasa saja, tapi, kita tidak menyadari akan ketidaksenangan alam terhadap perlakuan kita. Bagaimana pandangan menurut sisi flora dan fauna?

Berikut ini adalah wawancara eksklusif kami dengan para pakar alam yang merupakan tokoh flora dan fauna. Menurut pandangan mereka seperti ini.

Weber
Weber, sebuah profesor pohon yang juga menjabat Menteri Masalah Kepohonan (Memohon) mengaku bahwa sebenarnya bangsa tumbuhan sudah mulai letih jika perlakuan manusia tidak cepat diubah menjadi lebih baik. Hal ini menanggapi banyaknya penebangan liar yang merupakan rekan-rekan seperjuangan Weber. “Kalau teman saya makin sedikit, saya makin susah pak, anggota pensuplai oksigen sudah tidak cukup mengimbangi polusi.” Tutur pohon yang sudah botak ini dengan wajah bersedih.


Jokky
Sementara itu, di Winggris, terdapat seekor hamster bernama Jokky mengungkapkan hal yang serupa. “Saya sudah lama menjadi dosen di Universitas Kembrit, dan saya sudah hampir pensiun, apa daya saya berbicara kepada manusia-manusia itu. Saya hanya berharap mereka menghargai alam. Maka alam pun akan mencintai mereka.” Kata dosen yang sudah sakit-sakitan ini.

Mc Daren

Masih di Winggris, seekor anjing bernama Mc Daren, yang menjabat sebagai Menteri Limbah Endapan Lingkungan (Melengkung) mengaku bahwa, tidak etis jika kita merusak alam yang sudah kita tinggali selama beberapa puluh abad ini. “Kita perlu membalas jasa alam yang memberi kita kehidupan, bukan menghancurkannya dengan limbah atau sampah.” kata Daren yang masih mencari pendamping hidup ini.

Willy van Der Der

Kembali ke flora, di Belandja, sebuah pohon besar nan bijak bernama Willy van Der Der sebagai Menteri Kelangsungan Hidup (Meniup) mengungkapkan bahwa, secara perlahan, pasti manusia bisa menjadi makhluk yang lebih baik. “Tidak ada hal yang lebih baik selain menghargai alam. Manusia pasti mengerti itu.” Tutur pohon tua ini.






Setelah semua yang diungkapkan di atas, apakah kita sebagai manusia masih mau bertindak seenaknya? Pikirkan baik-baik apa yang kau perbuat, karena kita masih berhutang pada alam ini.


-JFL-

Selasa, 26 Oktober 2010

Pengaruh Modernisasi di Kalangan Hewan

Pada zaman sekarang, pengaruh globalisasi dan modernisasi sudah sangat terlihat jelas. Bahkan sampai kalangan hewan pun, terpengaruh pengaruh universal ini. Bagaimana tidak, teknologi zaman sekarang sudah mulai dapat digunakan oleh banyak hewan.


Lucky
Kami menemukan beberapa hewan yang berada di daerah Ah-Merica sana. Salah satu yang kami temui adalah seekor anjing bernama Lucky. Lucky adalah seekor anjing yang berprofesi sebagai pengusaha online. Dia tidak perlu bekerja lagi di kantor, karena apa pun yang dia kerjakan dapat menggunakan laptop di rumah. "Kalau ada orderan, langsung online pak, zaman sekarang sudah canggih, ngapain repot." tutur anjing yang belum sukses ini. Dalam sehari, Lucky bisa menghabiskan waktu 12 jam untuk online. Ketika ditanya, dia menjawab, saat waktu senggang, dia gemar bermain solitare, seru katanya. "Ya kan perlu refreshing juga pak" kata anjing yang hampir tidak pernah mandi ini.




Monny
Di tempat lain, di Maris, terdapat seekor kucing yang bekerja sebagai sebagai staff accounting di salah satu perusahaan advertising. Namanya adalah Moony. Moony sudah bekerja di perusahaan itu selama lebih dari 2 tahun. Dia mau tidak mau harus berurusan dengan komputer setiap hari. "Namanya accounting pak, tidak mungkin tidak pakai komputer. Bersyukur tapi, dengan adanya komputer dapat meringankan sedikit pekerjaan." kata kucing yang sudah memiliki 7 anak yang entah sudah kemana sekarang ini.




Nasimurah
Sementara itu, di daerah Jepank, terdapat seekor hamster yang bekerja di perusahaan game terkemuka Zega. Dia merupakan designer game yang dibuat oleh perusahaan itu. Namanya adalah Nasimurah. Nasimurah bekerja tergantung tugas perusahaan yang kadang menugaskan dia membuat design game baru untuk segera dilaunching. Tidak jarang dia harus bekerja siang malam untuk menyelesaikan tugasnya. Belum lagi dia harus mengetes apakah game buatan dia bagus atau masih ada yang kurang. Tapi, sesibuk apa pun dia, dia hanya mengatakan,"Mendapat talenta sebagai designer game sudah bagus pak. Hehehe. Untung ada teknologi yang membantu saya."


Tidak salah memang jika kita menggunakan teknologi untuk hal yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Tapi sekali lagi, jangan sampai kita menjadi malas (seperti tokoh pertama artikel ini) akan kecanggihan itu.


-JFL-

Munculnya Pahlawan Kebajikan dan Kebenaran

Senin lalu, sekelompok penjahat berhasil dicegah kejahatannya. Mereka berniat mencuri kue jajanan karena mereka merasa lapar dan tidak mempunyai uang untuk membeli kue tersebut.

Mereka berdua tidak membawa senjata tajam atau senjata api, namun tindak-tanduk mereka sangat berbahaya.

Untungnya terdapat sekelompok pahlawan yang berhasil mengalahkan dan menggagalkan niat jahat mereka. Ke-5 pahlawan ini berhasil membuat babak belur sang penjahat. Tidak dapat menghindar lagi, para penjahat pun dapat segera dibekuk dan dimasukkan ke dalam penjara.


Saat ditanya mengenai data diri para pahlawan ini, mereka tidak mau berbicara banyak. Mereka hanya mengatakan bahwa mereka sudah bertugas untuk menyelamatkan dunia dari ancaman para penjahat.

Kami pun berhasil mendapatkan foto mereka dan mereka hanya mengatakan kalau mereka adalah FR (Flower Rangers) yang siap melayani masyarakat yang menderita kesuitan.
Mereka terdiri dari 5 bunga dengan warna berbeda. Merah, kuning, biru, hitam, dan putih.

"Apa pun akan kami bantu pak. Kecuali membantu menggosok WC, mencuci mobil, atau meminjam uang, kalau yang itu, bukan tugas kami."  Kata ranger biru, pemimpin mereka. (Flower Rangers dipimpin oleh yang biru, bukan merah)

Ternyata mereka juga dulunya hanya tanaman biasa, tapi setelah mereka menonton aksi Power Rangers di TV melalui pekarangan rumah mereka, rasa keinginan untuk membela kebenaran pun meledak-ledak, dan sehingga akhirnya mereka dapat menjadi seperti sekarang.
Mereka segera pergi saat begitu banyak wartawan datang untuk meliput kehebatan mereka. Sosok seperti ini mungkin menjadi pahlawan di dunia metropolitan yang sulit ini.


-JFL- 

Senin, 25 Oktober 2010

Persahabatan Para Hewan

Suli dan Susiz
Di bumi ini, setiap makhluk hidup saling membutuhkan. Mereka saling menunjang hidup agar dapat bertahan di bumi ini.
Di Old York, Kami menemukan dua ekor kera kembar bernama Suli dan Susiz. Mereka sudah yatim piatu sejak mereka lahir karena orang tua mereka bunuh diri akibat tingkah mereka yang membuat orang tuanya tidak tahan. Tapi setelah mereka sadar, mereka bertekad menjalani hidup sebagai atlet. Mereka telah menjuari kontes angkat berat kategori saling bantu. Mereka mengatakan bahwa dalam hidup ini yang penting kerja sama.


Odong dan Dudul
Sementara itu di tempat lain, di B-frika, terdapat dua ekor hewan yang berbeda yang hidup saling membantu. Due ekor hewan ini adalah Odong (zebra) dan Dudul (jerapah). Mereka terlihat selalu bermain bersama setiap sore. Saat kami wawancarai, mereka mengaku, simbiosis mutualisme adalah hal ynag sangat penting sebagai pedoman hidup. Pengalaman yang pernah dialami oleh mereka adalah saat Odong terluka kakinya akibat terkilir saat terpeleset kulit pisang, Dudul lah yang menggendongnya sampai rumah. “Harus bisa kerja sama pak untuk bertahan hidup” tutur Odong. Mereka sudah hidup bersama selama 3 tahun di padang B-frika ini.




Dudud
Dudud, Menteri Persahabatan Hewan (Menawan) mengatakan bahwa para hewan dapat belajar bertahan hidup melalui cara ini. Dengan praktek langsung di alam, niscaya, dunia ini akan sangat menyenangkan bagi mereka. Bukan hanya duduk untuk mengerjakan tugas teori, melainkan mampu menerapkan sikap-sikap terpuji dalam lingkungan sekitar. Sangat terlihat manfaatnya dalam kehidupan nyata, sementara jika para hewan hanya belajar teori, belum tentu mereka menguasai hal itu. 

-JFL- 

Nasib Para Bangsa Sayur

Tumbuhan-tumbuhan terutama sayur-sayuran, merasa tidak bisa lagi memberikan dampak yang positif bagi manusia yang mengkonsumsinya. Penggunaan bahan kimia untuk menciptakan bibit unggul dan bebas dari hama membuat para petani tidak ragu-ragu lagi menggunakan bahan kimia yang berbahaya dalam jumlah yang banyak, bahkan berlebihan. Memang dampak negatifnya tidak langsung terlihat dalam jangka waktu yang singkat, namun tubuh kita bisa rusak jika terus menerus mengkonsumsi bahan kimia yang mengendap di dalam tubuh.


Reporter kami mewawancarai sekumpulan tumbuhan di daerah X-mantan, dimana di daerah tersebut kita tahu disana merupakan pulau yang memiliki banyak sekali sekte hijau yang alami. Awalnya tumbuhan tidak mau berbicara. Namun berkat kelihaian reporter kami dalam merayu suatu individu, ia berhasil membuat tumbuhan mau berbicara. "Terima kasih atas waktunya anda semua telah mau saya wawacarai. Langsung saja ke topik utama, bagaimana pendapat anda tentang bahan-bahan kimiawi yang disemprotkan langsung kepada tumbuh-tumbuhan agar tumbuhan seperti anda bisa bertumbuh dengan maksimal? Apa tanggapan anda?", tanya reporter kami.



"Jelas saja kami pun merasa risih akibat pemakaian obat tersebut, kami tidak sakit, tapi dikasih obat! Kami masih ingin mengalami masa kecil kami, tapi kami dipaksa tumbuh menjadi dewasa, agar siap panen! Obatnya juga bau lagi! Saya gak tahan deh setiap kali ada petani yang nyemprotin pestisida ke saya dan kawan-kawan saya. ", jelas tumbuhan itu dengan semangat. "Kami ingin membalas dendam kepada petani-petani gak tau diri itu! Akan saya cubit-cubit dia! Saya tusuk-tusuk dia dengan tudung akar saya! biar tau rasa!!!", tumbuhan itu mulai merasa emosi.




Ternyata tumbuhan itu berevolusi agar dapat membalaskan dendam nya. Tumbuhan yang kami wawancarai mengatakan beberapa rekan mereka sudah mulai menganggap manusia tidak memiliki rasa terima kasih.

Mereka sangat membenci para petani yang hanya berlaku egois untuk mendapat keuntungan besar tanpa memperhatikan kelangsungan hidup dan kesehatan tanaman itu sendiri.

Setelah berhasil kami wawancarai, tanaman tersebut mengatakan, untuk menghimbau para petani agar mengurangi penggunaan bahan kimia secara berlebihan. Karena selain dapat merusak diri mereka, bahan tersebut dapat merusak tanah sebagai tempat tinggal tanaman baru yang akan lahir.

-JFL-

Sabtu, 23 Oktober 2010

Pelajaran dari Pohon Unik

Di kota Ma-Lembut, ditemukan beberapa tanaman unik yang lahir dengan kondisi yang unik pula. Kelahiran ini membawa banyak mata penasaran ingin melihat mereka.
Karena banyaknya pengunjung yang ingin melihat, maka kami hanya dapat menemukan 1 tanaman dari banyak tanaman unik yang ada.
Yaitu adalah pohon kelapa yang sejak lahir merupakan kembar siam. Nama pohon ini adalah Ipun dan Upun. Mereka sudah menjalani hidup sebagai kembar siam selama belasan tahun. Orang tua mereka meninggalkan mereka sejak lahir. akibatnya mereka hanya diasuh oleh warga sekitar.

Upun (kiri) mengaku bahwa ia bersyukur akan hidup ini walaupun dia harus berbagi tubuh dengan adiknya, Ipun. "Kita sudah lahir ke dunia ini sudah baik pak. Yang penting bisa hidup sudah bagus loh." tukas Upun saat ditanya tentang pendapat dalam hidup ini.

Ipun juga sependapat dengan kakaknya. Ia merasa senang dapat hidup di dunia ini walau kondisinya kurang normal. Dia malah mengatakan bahwa keunikan ini merupakan anugrah yang dapat membedakan diri mereka dengan pohon kelapa lain. "Yah namanya hidup pak, yang ngatur cuma Sang Pencipta. Semua harus disyukuri. Dengan badan seperti ini juga saya bersyukur. Buktinya dengan keunikan ini, kami menjadi terkenal toh. Bisa masuk TV dan Blog. Hehehe." canda Upun.

Motto hidup mereka hanya satu "Hidup adalah anugrah yang harus disyukuri dan dijalankan sebaik mungkin". Hal ini lah yang membuat kedua saudara ini tidak pernah putus asa dalam menjalani hidup. Mereka pun tidak mau jika ditawari untuk operasi pemisahan diri. Alasan mereka, inilah jalan hidup mereka sebagai kembar siam. Dua saudara yang bekerja sebagai pensuplai buah kelapa kepada warga ini mengaku hal yang masih membuat mereka yakin akan hidup mereka adalah warga sekitar. Warga sekitar sering memberi semangat kepada mereka sejak kecil hingga sekarang.

-JFL-